5 Strategi Bermain Poker yang Sudah Tak Efektif Lagi

5 Strategi Bermain Poker yang Sudah Tak Efektif Lagi

5 Strategi Bermain Poker yang Sudah Tak Efektif Lagi

Judi Poker merupakan permainan yang sangat unik dan setiap bettor pro menggunakan berbagai kombinasi skill, matematis, dan observasi untuk memenangkan permainan. Ada 5 strategi bermain poker yang sudah tak efektif lagi.

5 Strategi Bermain Poker yang Sudah Tak Efektif Lagi

5 Strategi Bermain Poker yang Sudah Tak Efektif Lagi

Agar bisa memenangkan permainan, seorang bettor mesti memiliki sense of intuition yang sangat baik. Berbagai strategi yang diterapkan bettor pro akhirnya menjadi trademark atau strategi yang paling umum digunakan ketika bermain judi poker.

Namun seiring waktu, strategi yang works sepuluh tahun yang lalu, pasti tidak works untuk hari ini. Jadi ada evolusi atau perubahan trend dalam penerapan strategi.

Nah berikut ini kami akan membahas 5 strategi bermain poker yang sudah tak efektif lagi.

  • Reraise dengan Small Pair Sebelum Babak Flop

Sepuluh tahun yang lalu, saat belum banyak yang memainkan kartu online, reraise dengan small pair sebelum babak flop memang sangat efektif. Namun hari ini, strategi tersebut sudah sangat tak efektif karena orang-orang sudah mulai memahami apa itu bluffing, semi-bluffing, continuation bet, dan lainnya.

Reraise dengan small pair pada babak flop merupakan suatu kesalahan karena small pair cocoknya diterapkan dengan continuation bet. Misalnya kamu punya 3-3, maka jika kamu reraise, maka kamu pasti akan kalah oleh big pair seperti Jack-Jack atau As-As. Berbeda jika kamu menerapkan continuation bet, kamu berkesempatan mendapatkan full house atau four of a kind.

  • Empat Kali Bet Berarti Big Pair As

Perspektif lama mengenai ‘empat kali bet berarti pair As’ kini sudah tak berlaku lagi hari ini. Hari ini, bettor yang empat kali bet tidak berarti ia memiliki As-As.

Bisa jadi ia cuma memiliki big pair pertengahan seperti 10-10 namun ia ingin menerapkan continuation bet. Atau mungkin, ia sedang menerapkan bluffing total dengan harapan bisa meraup uang dengan hand yang sangat lemah.

Jadi jika kamu menemukan adanya bettor yang bet sebanyak 4 kali dalam satu babak, bukan berarti ia memiliki sekumpulan kartu As, bisa jadi ia sedang menerapkan trik-trik tertentu pada judi poker.

  • Flush Rendah

Hand yang berpotensi menjadi flush rendah misal seperti 2(hati)-5(hati), sangat tidak works hari ini karena hampir setiap bettor berusaha mengembangkan hand miliknya menjadi flush tinggi atau straight.

Jadi jika kamu punya hand yang berpotensi menjadi flush rendah dan berniat menerapkan continuation bet, maka sebaiknya kamu pikir-pikir lagi deh. Selain kemungkinan mendapatkan kartu pelengkap sangat kecil, kamu pun pasti terperangkap dengan berbagai strategi yang dilakukan lawan di judi poker ini.

Jika kamu punya hand 2(hati)-5(hati), sebaiknya kamu tunggu hingga babak flop. Jika pada babak flop tidak muncul kartu hati, dan lawan ada yang raise, maka kamu sebaiknya segera fold saja, karena sangat berisiko.

  • Raise untuk Mencari Informasi

Beberapa tahun kebelakang, raise bisa digunakan untuk mencari informasi kartu apa yang dimiliki lawan. Namun hari ini, metode tersebut sudah tak terlalu efektif. Mengapa metode ini kurang baik? Karena informasi yang kamu dapat tidak terlalu berguna.

Untuk mencari informasi mengenai kartu lawan, kamu tak perlu raise, cukup perhatikan berbagai gerakannya. Selain sangat boros (karena mesti raise), kamu pun berpotensi kehilangan banyak sekali chip.

Jika kamu sudah sering bermain judi poker, kamu sebenarnya tak perlu raise untuk mengetahui gaya bermain lawan, cukup lihat berbagai aksi yang dilakukannya.

  • Pembukaan Bet yang Berbeda

Bet 2x atau 4x dari blind biasanya dilakukan untuk menakut-nakuti lawan. Namun sebenarnya cara ini sudah tidak works, karena lawan sudah mengetahui metode ini.

Jika kamu ingin menaikan jumlah betting, sebaiknya terapkan hanya ketika kamu ingin raise bukan pembukaan betting.

Nah itulah 5 strategi bermain poker yang sudah tak efektif lagi, semoga kamu bisa memahaminya ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *